ikutan nimbrung yah...
brandmaker <brandmaker@yahoo.com> wrote:
Saya sependapat dengan anda, justru disinilah terlihat tim Marketing
Mie Sedaap lebih handal dalam membaca dan menyikapi pasar, seharusnya
hal tersebut dilakukan oleh Indomie yang sudah exist terlebih dahulu.
Beberapa waktu yang lalu saya melihat ada kebangkitan di tim Indomie
setelah di gempur oleh Mie sedaap cukup lama dengan cara mengeluarkan
product "Kriuk-Kriuk" walaupun merupakan me too dari Mie Sedaap, serta
gempuran di layar TV yg sempat membuat Mie Sedaap kedodoran, tapi saat
ini justru terlihat Indomie stagnant dan Mie sedaap kembali dengan
agresivitasnya.
Kalau anda mengacungi jempol untuk kreativitasnya maka saya tambahkan
acungan jempol untuk kejeliannya menambahkan USP kedalam product yang
juga merupakan sebuah langkah rejuvenation, jadi menurut saya bukanlah
merupakan sebuah kebingungan dari Mie Sedaap. Saya pernah ikut
membahas dalam forum ini tentang rejuvenation dari Indomie beberapa
waktu yang lalu pada saat mereka membuat acara Jingle Dare, yang
menurut saya kurang tepat dan kurang relevan untuk brand sekaliber
Indomie. Dalam context USP yang ditambahkan oleh Mie Sedaap, kali ini
terlihat bahwa mereka mencoba merejuvenate brand melalui USP sehingga
brand nya akan selalu terlihat muda, sebuah langkah jitu yang
dilakukan oleh sebuah challenger brand. Saya juga tidak melihat kalau
Mie Sedaap merevisi differensiasinya, justru apa yang mereka lakukan
adalah merupakan "continuity of differentiation".
Salam Marketers!
--- In marketing-club@yahoogroups.com, "Herman S.Lesso"
wrote:
>
> Salam Marketer,
>
> Saya melihat ini sebagai salah satu kesiapan tim marketing Mie
> Sedaap, sekaligus guna keluar dari era perang harga. Kreativitasnya
> cukup untuk diacungi jempol, tagline Bergizi healthy content) justeru
> merupakan tahap kelanjutan/serial step -dan bukan kebingungan- dari
> sekedar perang varian rasa, aroma, dan additional content lainnya
> yang notabene "hanya" memanjakan indera pengecap/pembau kita.
>
> Namun -sebelumnya saya permisi ke Pak Julian, yang telah mengusung
> brand Soba Mie, dan perkenalkan, saya juga turut membidani riset
> market produk snack mie ini- patut disayangkan karena hingga saat ini
> belum ada pebisnis berbahan baku terigu/gandum termasuk mie instant
> yang concern dengan issue terigu terkait Blood Type Diet. Inovasi
> mungkin bisa diarahkan ke segmentasi/target konsumen semisal
> pembedaan berdasarkan kelompok umur, atau memperbaiki kandungan serat
> sehingga bisa mendekati serat yang terkandung dalam nasi, dan atau
> merekayasa kandungan alergen protein glutane-nya.
>
> Salam
> Herman
>
>
> --- In marketing-club@yahoogroups.com, ken yulian
> wrote:
> >
> > salam marketer,
> >
> > Mie Sedaap kembali memodifikasi USP-nya. kalau dulu yang selalu
> teringat di benak kita adalah Mie Sedaap memang sedap. sekarang
> sedikit berubah, yaitu Sedaap dan Bergizi.
> >
> > tambahan USP Bergizi ini dimunculkan dalam TVC Mie Sedaap yang
> terbaru di mana si cantik Titi Kamal masih dipercaya menjadi endorser-
> nya. kandungan gizi-nya apa saja saya nggak terlalu jelas karena baru
> lihat iklannya sekali dua kali. belum "ngeh". he..he...tapi di iklan
> ada disebutkan kok mengandung gizi apa saja.
> >
> > kenapa ya Mie Sedaap merevisi diferensiasi-nya? apakah sales-nya
> terlalu berat buat menyaingi sang market leader, Indomie? sehingga
> Mie Sedaap sedang kebingungan buat menohok Indomie? ataukah justru
> ide baru Mie Sedaap ini justru merupakan langkah yang jitu mengingat
> WingsFood memang selalu penuh kejutan??
> >
> > salam
> >
> > ken yulian
> > Soba Mie----Stik Mie Ala Jepang (Sambal Balado, Chicken
Mie Sedaap lebih handal dalam membaca dan menyikapi pasar, seharusnya
hal tersebut dilakukan oleh Indomie yang sudah exist terlebih dahulu.
Beberapa waktu yang lalu saya melihat ada kebangkitan di tim Indomie
setelah di gempur oleh Mie sedaap cukup lama dengan cara mengeluarkan
product "Kriuk-Kriuk" walaupun merupakan me too dari Mie Sedaap, serta
gempuran di layar TV yg sempat membuat Mie Sedaap kedodoran, tapi saat
ini justru terlihat Indomie stagnant dan Mie sedaap kembali dengan
agresivitasnya.
Kalau anda mengacungi jempol untuk kreativitasnya maka saya tambahkan
acungan jempol untuk kejeliannya menambahkan USP kedalam product yang
juga merupakan sebuah langkah rejuvenation, jadi menurut saya bukanlah
merupakan sebuah kebingungan dari Mie Sedaap. Saya pernah ikut
membahas dalam forum ini tentang rejuvenation dari Indomie beberapa
waktu yang lalu pada saat mereka membuat acara Jingle Dare, yang
menurut saya kurang tepat dan kurang relevan untuk brand sekaliber
Indomie. Dalam context USP yang ditambahkan oleh Mie Sedaap, kali ini
terlihat bahwa mereka mencoba merejuvenate brand melalui USP sehingga
brand nya akan selalu terlihat muda, sebuah langkah jitu yang
dilakukan oleh sebuah challenger brand. Saya juga tidak melihat kalau
Mie Sedaap merevisi differensiasinya, justru apa yang mereka lakukan
adalah merupakan "continuity of differentiation".
Salam Marketers!
--- In marketing-club@yahoogroups.com, "Herman S.Lesso"
>
> Salam Marketer,
>
> Saya melihat ini sebagai salah satu kesiapan tim marketing Mie
> Sedaap, sekaligus guna keluar dari era perang harga. Kreativitasnya
> cukup untuk diacungi jempol, tagline Bergizi healthy content) justeru
> merupakan tahap kelanjutan/serial step -dan bukan kebingungan- dari
> sekedar perang varian rasa, aroma, dan additional content lainnya
> yang notabene "hanya" memanjakan indera pengecap/pembau kita.
>
> Namun -sebelumnya saya permisi ke Pak Julian, yang telah mengusung
> brand Soba Mie, dan perkenalkan, saya juga turut membidani riset
> market produk snack mie ini- patut disayangkan karena hingga saat ini
> belum ada pebisnis berbahan baku terigu/gandum termasuk mie instant
> yang concern dengan issue terigu terkait Blood Type Diet. Inovasi
> mungkin bisa diarahkan ke segmentasi/target konsumen semisal
> pembedaan berdasarkan kelompok umur, atau memperbaiki kandungan serat
> sehingga bisa mendekati serat yang terkandung dalam nasi, dan atau
> merekayasa kandungan alergen protein glutane-nya.
>
> Salam
> Herman
>
>
> --- In marketing-club@yahoogroups.com, ken yulian
> wrote:
> >
> > salam marketer,
> >
> > Mie Sedaap kembali memodifikasi USP-nya. kalau dulu yang selalu
> teringat di benak kita adalah Mie Sedaap memang sedap. sekarang
> sedikit berubah, yaitu Sedaap dan Bergizi.
> >
> > tambahan USP Bergizi ini dimunculkan dalam TVC Mie Sedaap yang
> terbaru di mana si cantik Titi Kamal masih dipercaya menjadi endorser-
> nya. kandungan gizi-nya apa saja saya nggak terlalu jelas karena baru
> lihat iklannya sekali dua kali. belum "ngeh". he..he...tapi di iklan
> ada disebutkan kok mengandung gizi apa saja.
> >
> > kenapa ya Mie Sedaap merevisi diferensiasi-nya? apakah sales-nya
> terlalu berat buat menyaingi sang market leader, Indomie? sehingga
> Mie Sedaap sedang kebingungan buat menohok Indomie? ataukah justru
> ide baru Mie Sedaap ini justru merupakan langkah yang jitu mengingat
> WingsFood memang selalu penuh kejutan??
> >
> > salam
> >
> > ken yulian
Tidak ada komentar:
Posting Komentar